Perpajakan

Perpajakan

Published on 19 May 2023

happy watching all

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
Transcript
00:04
Pengelompokkan Pajak Berdasarkan Instansi Pemungutnya dan Perhitungannya
00:06
Fasya Maya 2101085013 UTS Perpajakan
00:09
Definisi Pajak
00:10
Menurut Soemitro (2014:1), pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang – undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal balik (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukan, dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.
00:20
Menurut Direktorat Jenderal Pajat Instansi Pemungut Pajak yakni : 1. Pajak Pusat adalah pajak-pajak yang dikelola oleh pemerintah pusat dalam hal ini sebagian besar dikelola oleh Diretorat oleh Kementrian Keuangan. 2. Pajak Daerah adalah pajak-pajak yang dikelola oleh Pemerintah Daerah di provinsi maupun kota
00:31
Perhitungan Pajak Pusat
00:35
1. Pajak Penghasilan (PPh) A. PPh 21 Berikut adalah tarif PPh 21 tahun 2023: Penghasilan di bawah Rp40 juta: 0% Penghasilan di antara Rp40 juta - Rp250 juta: 5% Penghasilan di atas Rp250 juta: 15% Sebagai contoh, jika seorang karyawan memiliki penghasilan sebesar Rp100 juta per tahun, maka perhitungan PPh 21 nya adalah sebagai berikut: Penghasilan sebesar Rp100 juta dikurangi PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) sebesar Rp54 juta = Rp46 juta. Jadi, Tarif PPh 21 sebesar 5% dari Rp46 juta = Rp2,3 juta.
00:36
Thank You
00:42
B. PPh 25 Tarif PPh 25 adalah 25% dari penghasilan bruto badan tersebut. Sebagai contoh, jika sebuah badan memiliki penghasilan bruto sebesar Rp1 miliar per tahun, maka perhitungan PPh 25 nya adalah sebagai berikut: Jadi, Tarif PPh 25 sebesar 25% dari Rp1 miliar = Rp250 juta.
00:47
2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) A. PPN keluaran Tarif PPN Keluaran adalah 10% dari harga jual barang atau jasa. Sebagai contoh, jika sebuah toko menjual sebuah produk seharga Rp100.000, maka perhitungan PPN Keluaran nya : Harga Jual Barang = Rp100.000 Tarif PPN Keluaran = 10% dari Rp100.000 = Rp10.000
00:54
B. PPN Masukan Tarif PPN Masukan juga sebesar 10% dari harga pembelian barang atau jasa. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan membeli bahan baku seharga Rp50.000.000, maka perhitungan PPN Masukan nya : Harga Pembelian Barang = Rp50.000.000 jadi, Tarif PPN Masukan = 10% dari Rp50.000.000 = Rp5.000.000
01:02
3. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Jika sebuah rumah memiliki nilai jual sebesar Rp1 miliar dan terletak di Jakarta, maka perhitungan PBB nya adalah sebagai berikut: Nilai Jual Objek Pajak = Rp1 miliar Jadi, Tarif PBB = 0,5% x Rp1 miliar = Rp5 juta
01:05
4. Pajak Bea Masuk Sebuah perusahaan di Indonesia ingin mengimpor sebuah mesin dari Amerika Serikat senilai USD 10.000 dengan kurs Rp. 14.000/USD. Tarif bea masuk untuk mesin tersebut adalah 10%. Hitung nilai mesin dalam Rupiah: USD 10.000 x Rp. 14.000 = Rp. 140.000.000 Hitung jumlah bea masuk: Rp. 140.000.000 x 10% = Rp. 14.000.000. Jadi, pajak bea masuk yang harus dibayar oleh perusahaan adalah Rp. 14.000.000.
01:08
5. Pajak Bea Materai Misalkan Anda ingin melakukan pembelian dokumen kontrak jual beli properti senilai Rp 1.500.000. Dalam hal ini, tarif Pajak Bea Materai yang berlaku adalah 0,6% dari nilai transaksi. Hitung nilai Pajak Bea Materai: Nilai Pajak Bea Materai = Rp 1.500.000 x 0,6% = Rp 9.000 Jadi, Anda harus membayar Pajak Bea Materai sebesar Rp 9.000. 6. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Misalkan Anda ingin membeli mobil dengan harga jual sebesar Rp 500.000.000. Tarif PPnBM untuk mobil berdasarkan kategori dan jenisnya adalah 30%. Hitung nilai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM): Nilai PPnBM = Rp 500.000.000 x 30% = Rp 150.000.000 Jadi, harus membayar Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebesar Rp 150.000.000.
01:19
Perhitungan Pajak Daerah
01:22
1. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) A. Kendaraan roda empat dengan nilai jual sebesar Rp 150 juta Tarif pajak PKB untuk kendaraan roda empat dengan harga jual antara Rp 100 juta - Rp 150 juta adalah sebesar 2%. Jadi, pajak PKB yang harus dibayarkan adalah 2% x Rp 150 juta = Rp 3 juta. B. Kendaraan roda empat dengan nilai jual sebesar Rp 300 juta. Tarif pajak PKB untuk kendaraan roda empat dengan harga jual antara Rp 250 juta - Rp 300 juta adalah sebesar 4%. Jadi, pajak PKB yang harus dibayarkan adalah 4% x Rp 300 juta = Rp 12 juta.
01:29
2. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) Misalkan harga jual bahan bakar kendaraan bermotor (BBKB) di suatu daerah adalah Rp10.000 per liter dan tarif PBBKB yang berlaku di daerah tersebut sebesar 10%. Maka, PBBKB = harga jual BBKB x tarif PBBKB = Rp10.000 x 10% = Rp1.000 per liter Dengan demikian, jika seseorang membeli 50 liter BBKB di daerah tersebut, maka besarnya PBBKB yang harus dibayarkan adalah sebagai berikut: PBBKB = Rp1.000 x 50 liter = Rp50.000 Jadi, total yang harus dibayar oleh konsumen untuk pembelian 50 liter BBKB di daerah tersebut adalah Rp500.000 (50 liter x Rp10.000 per liter) ditambah PBBKB sebesar Rp50.000, sehingga totalnya menjadi Rp550.000.
01:40
3. Pajak Hotel Misalkan sebuah hotel di suatu kota menetapkan pajak hotel sebesar 10% dari harga kamar per malam, dan harga kamar adalah Rp 1.000.000 per malam. Maka, Pajak hotel = 10% x Rp 1.000.000 = Rp 100.000. Jadi, tamu hotel harus membayar biaya kamar sebesar Rp 1.000.000 ditambah pajak hotel sebesar Rp 100.000, sehingga total biaya yang harus dibayarkan adalah Rp 1.100.000 per malam.
01:47
4. Pajak Restoran Misalkan sebuah restoran memperoleh penghasilan bruto sebesar Rp 100 juta dalam satu bulan, dengan besaran tarif pajak restoran sebesar 10%. Maka, Pajak restoran = Rp 100 juta x 10% = Rp 10 juta. Sehingga, restoran tersebut harus membayar pajak sebesar Rp 10 juta setiap bulannya.