PowerPoint Presentation

PowerPoint Presentation

Published on 27 June 2021
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
em
Transcript
00:01
UJIAN AKHIR SEMESTER
00:02
 Sains Teknologi dan MasyarakatDosen Pengampu : Sulistyani Puteri Ramadhani, M.Pd PEMBELAJARAN TENTANG SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) DI SEKOLAH DASAROlehERLY MEGAWATI18117016PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASARFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS TRILOGI2021
00:09
PEMBELAJARAN STEAM DI SEKOLAH
00:10
Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics (STEAM) merupakan salah satu pendekatan pendidikan yang menggunakan kelima ilmu (pengetahuan, teknologi, teknik, seni dan matematika) secara komprehensif sebagai pola pemecahan masalah. Kombinasi lebih dari satu subjek dalam STEAM dan kegunaannya dalam seni, lingkungan pembelajaran yang kolaboratif dan process based learning, fokus pada hal-hal yang terjadi di kehidupan. Inti dari pembelajaran STEAM yaitu menjadikan pembelajar lebih kreatif dalam menemukan solusi masalah. Indonesia perlu menanamkan pendidikan ekonomi berbasis sains dan teknologi sejak dini dalam rangka mengakselerasi era digitalisasi bidang pendidikan. Melalui pendidikan ekonomi berbasis sains dan teknologi maka diharapkan mampu memberdayakan berkarakter dan berbudi pekerti yang baik dan kuat, memiliki kemauan untuk maju dan berkembang, serta memiliki nalar keilmuan.Pada metode STEAM guru/dosen bertindak sebagai fasilitator dan siswa sebagai pusat/sentral dari proses pembelajaran, baik di dalam atau di luar kelas. Pendekatan STEAM mengedepankan pembelajaran kolaboratif, mengajarkan ilmu sains, teknologi, teknik, dan matematika secara terpadu dengan menambahkan unsur seni dalam kegiatan pembelajarannya. Pembelajaran dengan pendekatan STEAM merupakan pembelajaran kontekstual, yaitu peserta didik diajak memahami fenomena-fenomena yang terjadi di kehidupan sehari-hari dan dekat dengan dirinya (Yakman, 2008; 2012). Guy (2012) mengemukakan bahwa mengintegrasikan unsur-unsur STEAM dalam pembelajaran dapat mendorong peserta didik untuk mencari keterkaitan dari satu dengan yang lain. Pendekatan STEAM mengarahkan peserta didik untuk memiliki beberapa keterampilan yaitu keterampilan pemecahan masalah, keterampilan berpikir kritis dan keterampilan kolaborasi (Messier, 2015). Masing-masing disiplin ilmu pengetahuan dalam pendekatan STEAM dapat dijelaskan sebagai berikut: Science merupakan studi tentang alam untuk memperoleh pengetahuan berupa fakta, konsep, prinsip, dan hukum melalui kegiatan observasi dan penelitian (Erdil et al, 2006; Dugger 2011).Technology merupakan sarana penerapan ilmu pengetahuan untuk menciptakan barang- barang agar dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia (Dugger dan National Academy of Science, 2011). Engineering merupakan studi tentang cara mendesain dan mengkreasikan teknologi sebagai wujud pengaplikasian pengetahuan dan proses penyelesaian masalah (Engineering Council, 1998; Andrew & Clark, 2012). Arts merupakan subjek pembelajaran yang berfokus pada proses dan produk dari kreativitas manusia dan kehidupan sosial (Oxford American Dictionary). Mathematics merupakan studi tentang hubungan diantara kuantitas, angka, bentuk, dan ruang (Dugger, 2011).
00:16
PEMBELAJARAN STEAM DI SEKOLAH
00:17
Pembelajaran menggunakan pendekatan STEAM merupakan salah satu terobosan bagi pendidikan di Indonesia yang berupaya mengembangkan kemampuan untuk menciptakan ekonomi berbasis sains dan teknologi. Melalui STEAM pendidik juga dapat mengajak siswa untuk berpikir secara komprehensif dengan pola pemecahan masalah yang berdasarkan lima aspek dalam STEAM yang bertujuan untuk mengajarkan siswa berpikir kritis dan memiliki teknik atau desain untuk memecahkan masalah. Pembelajaran menggunakan STEM menjawab tantangan abad 21 yang menuntut manusia memiliki manejemen informasi, belajar dan berinovasi, berkarir dan memiliki kesadaran global, serta berkarakter untuk memenuhi tingginya permintaan pasar terkait produk yang berbasis sains dan keterampilan teknologi. Di era teknologi milenial mendidik generasi penerus bangsa bukan menjadi hambatan. Kemajuan teknologi khususnya era digitaliasasi dunia pendidikan justru menjadi media bagi pendidik (guru/dosen) dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan generasi masa depan. Pendidikan menjawab tantangan zaman sehingga dapat melahirkan anak-anak yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman (pengetahuan dan teknologi), namun tetap menjaga nilai-nilai moral yang luhur di masyarakat dan sesuai dengan tujuan pendidikan nasionalPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Peneliti sebagai intrumen dari penelitian ini, dengan menggunakan teknis pengumpulan data wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data yang tidak diperlukan, serta menyajikan data dan menarik kesimpulan.Pendidikan STEM merupakan integrasi sains, teknologi, teknik, dan matematika; ini adalah pendekatan interdisipliner dan terapan yang digabungkan dengan dunia nyata, pembelajaran berbasis masalah. Pendidikan STEM mengintegrasikan empat disiplin ilmu melalui pendekatan pengajaran dan pembelajaran yang kohesif dan aktif. Pengertian STEM berbeda-beda tergantung sudut pandang dan kepentingan pihak masing-masing. “Menurut Brown, dkk.(2011) STEM adalah meta-disiplin di tingkat sekolah dimana guru sains, teknologi, teknik, dan matematika mengajar pendekatan terpadu dan masing-masing tidak terbagi-bagi tapi ditangani dan diperlakukan sebagai satu kesatuan yang dinamis. Sanders (2009) menjelaskan bahwa pendidikan integrasi STEM sebagai pendekatan yang mengeksplorasi pembelajaran diantara dua atau lebih bidang subyek STEM dan atau antara subyek STEM dengan mata pelajaran sekolah lainnya misalnya, teknologi tidak dapat dipisahkan dengan pembelajaran sosial, seni, dan humaniora. Tsupors (2009) menyatkan pendidikan STEM terpadu adalah interdisiplin pada pembelajaran, yang di dalamnya perserta didik menggunakan sains, teknologi, teknik, matematika dalam konteks yang mengkoneksikan antara sekolah, dunia kerja, dan dunia global, sehingga mengembangkan literasi STEM yang memampukan peserta didik mampu bersaing di era ekonomi baru. Keyle, dkk.(2016) menyatakan bahwa pendidikan STEM terpadu sebagai pendekatan untuk mengajar dau atau lebih bidang STEM dengan melibatkan praktek STEM dalam menghubungkan masing-masing bidang STEM agar dapat meningkatkan pembelajaran siswa (Juniarty, Zubaidah, & H., 2016)” Pendapat lain terkait STEM dalam era pergeseran ekonomi, NRC (2011) menjelaskan STEM merupakan prestasi budaya yang mencerminkan manusia kekuatan ekonomi, dan aspek fundamental hidup kita sebagai warga negara, pekerja, dan orang tua. Dalam pendidikan, STEM sering dibawa keberarti satu atau lebih dari disiplin ilmu yang bekerja dalam konser; Namun, itu bisa hadir itu sendiri secara lebih terintegrasi, di mana keempat disiplin ilmu terjadi secara 50 wajar dengan sifat pengalaman pendidikan. Karena itu ada kebutuhan untuk mengklarifikasi apa yang dimaksud dengan STEM dalam pendidikan (Hobbs, Cripps Clark, & Plant, 2017) dalam (Champbell & dkk., 2018).
00:23
METODE PENELITIAN STEAM
00:24
Penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Pembelajaran berbasis STEAM di SD diterapkan pada subject mata pelajaran yang menggunakan Cambridge Curriculum yakni pada mata pelajaran Science, English, dan Mathematics. Pembelajaran berbasis STEAM dilaksanakan dengan baik karena materi yang di gunakan tidak semua namun hanya materi pembelajaran tertentu sehingga hasil dari pembelajaran tersebut maksimal. Selain pemilihan materi yang sesuai hubungan antar guru dibangun dengan baik. Sehingga diskusi dan kerja sama antar guru digunakan dalam mempersiapkan pembelajaran berbasis STEAM ini. Penerapan pembelajaran berbasis STEAM ini membantu guru dalam menumbuhkan keterampilan berpikir kritis pada peserta didik. Ditunjukkan dengan peserta didik melaksanakan setiap komponen pada STEAM dalam satu waktu sehingga melatih siswa untuk berpikir lebih dalam melaksanakan pembelajaran. Melatih siswa untuk membentuk pengetahuannya sendiri serta pemecahan masalah selama kegiatan pembelajaran berlangsung. (2) Kendala yang dialami guru yakni lama waktu yang dibutuhkan dalam pembelajaran tidak sesuai dengan yang di rencakan, namun kendala tersebut dapat diatasi dengan menyampaikan waktu pengerjaan project lebih singkat pada peserta didik.Pendekatan STEAM dapat memungkinkan siswa untuk menghubungkan pengetahuan mereka di bidang-bidang sains, teknologi, teknik dan matematika. Sehingga diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat.
00:30
METODE PENELITIAN STEAM
00:31
Pendekatan STEAM dapat memungkinkan siswa untuk menghubungkan pengetahuan mereka di bidang-bidang sains, teknologi, teknik dan matematika. Sehingga diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat. Seperti yang dikemukakan (Daryanto. 2014:13). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Research, yaitu satu action research yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi menjadi meningkat. PTK dlam penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelas sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di kelas, sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran. (Kemmis dan Mc Taggart. 1990:34). Seperti yang dikemukakan oleh Pendekatan scientific adalah pembelajaran yang menggunakan kaidah-kaidah keilmuan. Pendekatan scientific atau metode ilmiah pada umumnya memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi, menanya, eksperimen, mengolah infomasi atau data, kemudian mengkomunikasikan (Kemendikbud, 2014:19). Pembelajaran dengan menggunakan pedekatan scientific memiliki karakteristik dan prinsip. Menurut Hosnan (2014:36) pendekatan scientific memiliki karakteristik sebagai berikut : (1) Berpusat pada siswa; 2) Melibatkan keterampilan proses sains dalam mengontruksi konsep, hokum atau prinsip; 3) Melibatkan proses-prose kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelektual, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa; 4) Dapat mengembangkan karakter siswa. Selain karakteristik, Hosnan (2014:37) juga menyebutkan prinsip-prinsip pembelajaran dengan pendekatan scientific yaitu: 1) Pembelajaran berpusat pada siswa; 2) Pembelajaran membentuk students self concept; 3) Pembelajaran terhindar dari verbalisme; 4) Pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip; 5) Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa; 6) Pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru; 7) Memberikan kesempatan pada siswa untuk melatih kemampuan dalam komunikasi; 8) Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikonstruksi siswa dalam struktur kogntifnya.
00:37
3 RESPON PENDAPAT GURU
00:38
Menurut Para Guru waktu yang dibutuhkan dalam pembelajaran tidak sesuai dengan yang di rencakan, namun kendala tersebut dapat diatasi dengan menyampaikan waktu pengerjaan project lebih singkat pada peserta didik dan guru telah menyiapkan waktu lebih apabila terjadi kekurangan waktu. Menurut Para Guru peran orang tua sangatlah penting dan harus membantu siswa mengintegrasikan pengetahuan lintas disiplin, mendorong mereka untuk berpikir dengan cara yang lebih terhubung dan holistik (Sneideman, 2013). Minat pendidikan dalam Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM) pada kelas internasional maupun nasional, telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir sebagai akibat langsung dari penurunan tersebut minat pada pekerjaan terkait STEM dan dampak yang. Pendidikan STEM di aplikasikan pada proses belajar mengajar di sekolah di berbagai tingkat pendidikan.Menurut Para Guru dapat membimbing atau mengarahkan untuk menginovasikan materials, alat permainan edukatif (APE) yang ada misalnya balok, kardus, biji-bijian, playdough, dan lain-lain, dan lingkungan sekitar sekolah dapat dijadikan wahana pembelajaran agar dapat berjalan secara efektif dan efisien sesuai konsep pembelajaran STEM yang diterapkan, serta lembaga dapat menfasilitasi guru dalam mendapatkan informasi yang berkaitan dengan pembelajaran STEM.
00:50
KESIMPULAN
00:51
penerapan pendekatan STEAM dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA tema 4 sumber daya alam energi pada kelas IV di SD Negeri. Hal ini dilihat pada persentase ketuntasan yaitu masing-masing 34,7% pada pra siklus dan 60.9% pada siklus I dan 100% pada siklus II. Model pendekatan STEAM ini telah di lakukan 2 siklus, tiap siklus di laksanakan dalam 2x pertemuan secara keseluruhan penerapan model STEAM telah meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari pencapaian rata-rata siswa dan jumlah siswa yang mencapai batas ketuntasan. Pada siklus 1 nilai rata-rata siswa 76,25% telah terjadi 1060 peningkatan nilai rata-rata sebesar 86,25%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan STEAM dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA tema 4 sumber daya alam energi pada kelas IV di SD Negeri, Penerapan model STEAM secara rinci dapat meningkat hasil belajar siswa. Siswa diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran sehingga pembelajaran membuat siswa merasa senang dan aktif dalam belajar sehingga dapat meninggkat kan minat siswa dalam belajar serta aktif dalam berpartisipasi.